Makasar — Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia (FSPBI) Makasar, Sulawesi Selatan, dalam sebuah acara dialog publik tentang Upah minimum Provinsi (UMP) Sulawesi Selatan dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Makassar, menyatakan UMK Makasar tahun 2016 seharusnya bernilai Rp.2.900.000 per bulan.

Menurut Mukhtar Guntur dari Konfederasi Serikat Nasional, induk dari FSPBI, mengatakan bahwa penetapan UMP atau UMK di Sulsel harus memperhatikan kebutuhan pokok manusia yakni Sandang, Papan, Pangan, kesehatan dan pendidikan yang memadai.

Ia juga megaskan bahwa buruh butuh upah nasional yang nilai dan pemberlakuannya sama di seluruh Indonesia dan ditetapkan melalui Presiden. Dengan sistem pengupahan sekarang, ia melihat terjadinya ketimpangan, yang mengakibatkan relokasi pabrik, urbanisasi, dijadikannya upah buruh sebagai jualan politik pilkada dan yang paling menyedihkan terkotak-kotaknya gerakan buruh secara nasional.

Sementara itu, menurut Ramli, SH mewakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Selatan UMP kedepan masih akan dibicarakan secara bersama-sama perwakilan serikat pekerja, Apindo dan pemerintah. Namun untuk sementara ini belum ada angka yang pasti karena penentuan UMK masih dalam proses.

Acara yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Selatan tersebut dihadiri oleh ratusan buruh dari FSPBI-KSN dan juga dari kalangan serikat buruh lainnya. (gum)

Sumber: http://kabarburuh.com/2015/10/07/fspbi-usulkan-umk-makasar-29-juta-per-bulan/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *