Gabungan massa buruh dari Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia (FSPBI) bersama Aliansi Mahasiswa dan Rakyat (AMANAT) Untuk Rakyat Indonesia, sejak hari senin, 12 Maret 2012 hingga hari ini melakukan aksi massa sebagai bentuk solidaritas mereka terhadap Nasib Buruh PT.

Wakatobi Resort, yang sudah satu bulan lebih menggelar aksi mogok kerja  sejak Selasa, 7 February 2012 hingga saat ini. Serikat pekerja PT. Wakatobi Resort, melakukan aksi mogok untuk menuntut hak-hak normatif buruh. Namun aksi mogok tersebut tidak digubris oleh manajemen perusahaan yang dimiliki warga negara Swiss ini. PT. Wakatobi Resort sendiri berlokasi di Pulau Tolandono, Desa Lamanggau, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sultra. 

Pada hari senin, massa mendatangi Kantor Disnakertrans Sultra yang terkesan membiarkan pelanggaran hak-haknormatif yang dilakukan oleh PT. Wakatobi Resort. Dalam orasinya, pengurus FSPBI William Marthom mengatakan; “bahwa kami mengutuk tindakan Disnakertrans Provinsi Sulawesi Tenggara, selaku pemerintah yang bertanggung jawab dibidang ketenaga kerjaan yang terkesan pura-pura buta, tuli dan bisu dalam menyikapi segala pelanggaran hak-hak normative (Jamsostek, upah lembur, cuti haid, dll) yang dituntut buruh dalam aksi mogoknya yang selama ini tidak diberikan oleh pihak manajemen PT. Wakatobi Resort”

William, juga menegaskan bahwa selain Disnakertrans sultra  terkesan melakukan pembiaran pelanggaran hak normatif di PT.Wakatobi Resort, pihaknya juga mengutuk dan mengecam Mediator Hubungan Industrial (MHI)  yang ditugaskan oleh Disnakertrans Sultra untuk turun melakukan mediasi kasus perselisihan hubungan industrial di PT.Wakatobi Resort  antara pengusaha dengan buruhnya. 

“Kami mengutuk dan mengecam Surat Anjuran yang diterbitkan oleh MHI, dalam hal ini anjuran yang dikeluarkan oleh Asma Landu, SH dan Fatmawati, SH yang menyatakan aksi mogok buruh PT.Wakatobi Resort  adalah aksi mogok yang tidak sah karena bukan merupakan akibat dari gagalnya perundingan antara pengusaha dengan buruh“  tegas William dalam orasinya sembari mengatakan bahwa anjuran tersebut ,adalah anjuran yang diterbitkan atas dasar persekongkolan jahat antara pengusaha dengan MHI.

Dalam aksi tersebut, William juga menyatakan bahwa ada sejumlah  laporan dan Keterangan pelanggaran hak normatif di PT.Wakatobi Resort  yang diajukan oleh perwakilan buruh, pada saat Sidang Mediator (SM) diadakan di aula PT.Wakatobi Resort  dan dokumen-dokumen pembuktian pelanggaran PT.Wakatobi Resort  yang dikaburkan oleh MHI dalam surat anjurannya, katanya. Selain itu William juga mengatakan bahwa jika dalam tempo 3 x 24 (dua puluh empat) jam pihak DISNAKERTRANS SULTRA belum menyelesaikan kasus perselisihan hubungan industrial di PT.Wakatobi Resort , maka pihaknya akan melakukan aksi pendudukan dan akan membangun posko solidaritas untuk buruh PT.Wakatobi Resort di Kantor Disnakertrans Sultra.

Menurut sumber dari FSPBI, sampai hari masih melakukan aksi massa solidaritas buruh PT. Wakatobi Resort.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *