Sudah tiga bulan, lima warga Kampung Cicango Lebak, Desa Pangguh, dan Kampung Keramat Kecamatan Ibun, Dani (32), Setiawan (37), Nanan (35) Adang (35) dan Rojat Jatnika (36) berada dalam sel tahanan dan sekarang sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Bale Bandung atas tuduhan mencuri kayu di hutan Kamojang yang berada di bawah pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Mereka adalah warga biasa yang menjadi tulang punggung keluarga. Ada 30 jiwa manusia yang selama ini berpangku kepada kelima terdakwa yang terpaksa menjalani hidup apa adanya yang sekarang dalam kondisi memperihatinkan. Istri-istri terdakwa terpaksa harus mengambil peran kepala keluarga sambil bekerja banting tulang untuk menafkahi keluarga, mencari makan dan anak biar bisa terus sekolah. Kelima warga ini didakwa hanya karena mengambil kayu bakar untuk keperluan di rumah.

Dalam kasus ini banyak hal yang janggal dalam proses dan isi tuntutan. Mulai dari proses dari kepolisian, kejaksaan dan pengadilan patut diduga sudah banyak rekayasa dan terkesan begitu dipaksakan. Misalnya, tempat kejadian perkara (TKP) oleh penyidik Polisi Hutan BKSDA adalah TKP yang direkayasa. Juga tentang alat bukti, apa mungkin melakukan penebangan pohon yang besar (illegal logging), cukup hanya dengan golok dan gergaji manual kecil ??

Bandingkan dengan apa yang sudah dilakukan oleh PT. Chevron di bumi Indonesia tercinta ini. PT Chevron telah merusak kawasan hutan konservasi dan hutan lindung di Kec. Kertasari Kab.Bandung seluas 39,5 ha. Tindakan perambahan, penjarahan, dan perusakan ekosistem hutan alam yang dilakukan telah mengancam keselamatan warga. Jelas-jelas tindakan alih fungsi kawasan hutan tersebut melanggar UU No. 41/1999 tentang Kehutanan pasal 50, dan UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 69 ayat a, yaitu merusak lingkungan hidup. Aktivitas PT.Chevron jelas-jelas ilegal, tanpa izin dan melanggar undang-undang.

Sungguh sebuah ironi, penegak hukum hanya berani menangkap masyarakat kecil dan miskin, tapi tidak berdaya ketika berhadapan dengan PT.Chevron perusahaan raksasa milik Amerika.

Demi martabat bangsa dan penegakan hukum yang seadil-adilnya, kami menuntut :

  1. Bebaskan lima warga Ibun dari semua tuntutan
  2. Tangkap dan adili PT. Chevron
  3. Mendesak kepolisian (Polres bandung) untuk menindaklanjuti pelaporan warga atas kejahatan lingkungan yang dilakukan PT.Chevron dan BKSDA

(PSDK, Walhi Jawa Barat, SHI Tatar Ukur, Perak Indonesia, KPJB, PEMKAB, FPKB, Laskar MP, FPI, ABABIL, PEPELING)

Media Center

Denny M. Abdullah (085724635565)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *