Pada hari ini, Selasa 24 Juni 2008, Serikat Tani Serumpun Damai Kabupaten Sambas melakukan aksi perlawanan untuk menolak perkebunan kelapa sawit di wilayah adat mereka. Aksi damai yang dihadiri sekitar 300-an massa ini selain menolak keberadaan perkebunan juga menuntut KEADILAN atas perlakuan diskriminatif dan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Tuntutan ini berdasarkan pada tindak kekerasan terhadap seorang Kepala Desa yang pro-rakyat yang dipukuli dan ditangkap oleh Polres Sanbas. Adapaun pernyataan sikap yang disampaikan dalam aksi tersebut adalah sebagai berikut:

“Berikan Secara Penuh Pengelolaan Tanah dan Kekayaan Alam kepada Rakyat; Cabut Surat Ijin Usaha Perkebunan PT. SAM dan Tolak Ijin Hutan Tanaman Industri serta Lindungi Tanah Rakyat”

Hingga saat ini Kaum Tani merupakan golongan mayoritas didalam susunan Masyarakat Indonesia. Tak terkecuali Kabupaten Sambas yang menjadi bagian dari wilayah Republik Indonesia Kaum Taninya lebih dari 75 %. Secara sederhana, kaum tani adalah golongan yang menjadikan Tanah dan Kekayaan Alam sebagai sasaran (alat produksi) dalam menghasilkan sesuatu yang berguna untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup diri dan keluarganya serta umat manusia pada umumnya. Dengan kata lain, Tanah dan Kekayaan Alam menduduki tempat yang sangat bagi proses produksi Kaum Tani. Selain itu, Tanah dan Kekayaan Alam juga menjadi penggerak perkembangan masyarakat serta memiliki fungsi penyeimbang lingkungan.

Namun sayangnya di Kabupaten Sambas khususnya dan umumnya wilayah Kalimantan Barat, Kaum Tani tidak lagi bebas, nyaman mengembangkan hidupnya dengan menjadikan tanah sebagai dasarnya. Penguasaan atas tanah yang sudah turun temurun oleh Kaum Tani dengan berbagai macam jenis tanaman kebun seperti Karet, Durian, Kopi, Petai, Cempedak, Jengkol dan tanaman lainnya; ladang persawahan tadah hujan; Pemukiman dan fasilitas sosial lainnya, dan; Hutan yang memiliki fungsi lingkungan, yang juga dimanfaatkan oleh masyarakat tanpa mengurangi status kawasan tersebut.

Hal ini disebabkan oleh ancaman hilangnya Pengusaan atas Tanah dan Kekayaan Alam kaum tani dari perampasan yang dilakukan oleh Perusahaan Raksasa yang mendapatkan hak istemewa dari Pemerintahan yang sedang berkuasa. Alasan yang selalu diungkapkan adalah Pemerintah tidak cukup modal untuk mensejahterakan masyarakat sehingga, Pemerintah mendatangkan investor yang bergerak dibidang agrarian secara membabi buta untuk menanamkan modalnya. Namun celakanya, investasi yang didatangkan justru mencerabut masyarakat dari sumber hidupnya tidak justru sebaliknya mendatangkan investasi untuk mengembangkan potensi dasar yang turun temurun telah dikuasai dan dilakukan oleh masyarakat.

Syarat utama Investasi yang bergerak dibidang agraria berupa tersedianya tanah yang berada dalam satu hamparan yang luas. Kemudian, tanpa menghiraukan pengusaan yang dilakukan masyarakat secara turun temurun dan kondisi faktual atas tanah – tanah yang ada, Pemerintah mengalih kuasakan tanah – tanah tersebut dengan menerbitkan berbagai macam peraturan dan ijin usaha yang diberikan kepada Perusahaan untuk membangun Perkebunan Skala Besar Kelapa Sawit, Hutan Tanam Industri, Pertambangan dan lainnya. Alasan yang dikemukakan, bahwa Tanah yang tidak memiliki bukti otentik secara otomotasis Tanah dan Kekayaan alam tersebut merupakan Tanah Negara atau Hutan Negara. Jadi, kalau alasan Pemerintah seperti itu maka tidak ada tanah masyarakat yang aman karena akan sangat susah menemukan masyarakat di Kabupaten Sambas dapat membuktikan penguasaan tanahnya karena mayoritas masyarakat tidak memiliki bukti yang dimaksud oleh Pemerintah. Jadi, perlu untuk diketahui siap – siap tanah yang dimiliki oleh masyarakat tiba – tiba hilang sudah berpindah Penguasaannya.

Melihat kenyataan seperti ini Kaum Tani yang memiliki kesadaran akan pentingnya Tanah dan Kekayaan Alam bagi kehidupan hari ini dan akan datang bersepakat untuk mempertahankan Tanah dan Kekayaan Alam sebagai Hak Dasar Kaum Tani. Untuk memuluskan niat suci dan mulia dalam mempertahankan Tanah dan Kekayaan Alam tersebut maka Kaum Tani yang sadar menggabungkan kekuatan dan tujuannya kedalam Serikat Tani Serumpun Damai (STSD) Kabupaten Sambas. Oleh karenanya, bagi Kaum Tani yang sudah menjadi anggota STSD untuk tetap teguh mertahankan Tanah dan Kekayaan Alam dari ancaman siapapun dengan memperluas pengetahuan, mempertinggi ketrampilan dan kompak untuk membesarkan STSD sebagai alat juang Kaum Tani di Kabupaten Sambas. Sedangkan, bagi Kaum Tani yang belum menjadi anggota kami ajak dan serukan untuk berbondong – bondong bergabung ke dalam STSD untuk semakin memperkuat posisi Kaum Tani dalam mempertahankan Tanah sebagai hak dasar dan mengembangkan diri.

Untuk itu, Serikat Tani Serumpun Damai (STSD) Kabupaten Sambas dengan melihat ancaman yang luar biasa akan kehilangan hak dasarnya yakni Tanah dan Kekayaan Alam, maka kami menuntut:  

  1. Penataan atas Penguasaan, Pengelolaan dan Pemanfaatan Tanah dan Kekayaan Alam dengan melegalisasikan Tanah dan Kekayaan Alam yang sudah secara turun- temurun dikuasai, dikelola dan dimanfaat oleh Masyarakat; mengkonversikan tanah eks – wilayah hutan produksi yang saat ini berupa lahan kosong, padang semak belukar, pemukiman dan lainnya diberikan kepada Masyarakat.
  2. Cabut Surat Keputusan Bupati No. 81 Tahun 2006 Tentang Pemberian Ijin Usaha Perkebunan PT. Sentosa Asih Makmur (SAM).
  3. Lakukan evaluasi terhadap Ijin Usaha Hutan Tanam Industri PT. Bumi Mekar Hijau (BMH)
  4. Buat rekomendasi  Pencabutan Ijin Usaha Hutan Tanam Industri PT. Bumi Mekar Hijau (BMH)
  5. Tata Ulang Perkebunan Kelapa Sawit lama, Evaluasi seluruh Ijin Usaha Perkebunan yang sudah terlanjur diterbitkan dan Hentikan seluruh aktivitas Perluasan Perkebunan Skala Besar Kelapa Sawit. Dengan kata lain, tidak ada Perkebunan Skala Besar baru di Kabupaten sambas
  6. Hentikan berbagai tindakan teror, intimidasi dan tindak kekerasan yang masih terjadi terhadap masyarakat yang sedang berjuang mempertahankan tanahnya.
  7. Berikan kebebasan bagi masyarakat untuk berserikat, berkumpul serta menyampaikan pendapatnya.

 

Sambas, 24 Juni 2008

 

Atas Nama 

Serikat Tani Serumpun Damai Kabupaten Sambas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *